Just another WordPress.com site

Produksi “Clothing” Distro Naik 300 Persen

BANDUNG, (PR).-

Menjelang Idulfitri, produksi clothing dan distro meningkat hingga 300 persen. Kendati demikian, mayoritas hasil produksi tersebut lebih menyasar ke pasar ritel di daerah dibandingkan dengan di Bandung.

Ketua Kreatif Independent Clothing Kommunity (KICK) Ade Andriansyah mengungkapkan, kondisi pasar di Bandung saat ini tidak semudah beberapa tahun lalu. Salah satunya dipengaruhi oleh semakin banyaknya pemain baru di sektor tersebut sehingga berdampak pada omzet yang dihasilkan.

“Semakin ketat karena yang bermain di segmen ini pun semakin banyak. Dulu, pasar ritel di sini sangat kuat. Tapi, kita juga harus mengembangkan diri, misalnya dengan mencari titik distribusi yang aman,” ujarnya di Bandung, Senin (30/8).

Salah satunya, ungkap Ade,yang juga pemilik distro Flashy, adalah dengan membuka pasar ritel baru di berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya, beberapa kota di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan beberapa daerah lain di Jabar.

“Saat ini kecenderungannya lebih banyak yang ke daerah dibandingkan dengan pasar ritel di Bandung. Kalau diperkirakan, komposisinya mencapai 60 persen luar dan 40 persen untuk lokal,” ucapnya.

Kondisi tersebut, menurut dia, cukup jauh berbeda dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Apalagi, saat ini, berdasarkan catatan yang ia miliki, meski mengalami peningkatan dibandingkan dengan hari-hari normal, omzet yang diraih tahun ini cenderung fluktuatif dan tidak stabil.

“Perbandingan penjualan antara hari biasa dan akhir pekan biasanya tidak terlalu jauh. Kalau sekarang, grafiknya tu-run naik, perbedaannya signifikan antara akhir pekan dan hari biasa,” katanya.

Melihat kondisi tersebut. Ade tak menampik bahwa hal itu cukup menimbulkan kekhawatiran. Namun, ia tetap optimistis penjualan tahun ini tidak akan berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. “Oleh karena itu, kami distribusikan ke daerah lain untuk menutupi secara keseluruhan,” ujarnya.

Pemilik distro Airplane Fiki Sa tari menambahkan, semakin banyaknya pusat perbelanjaan modern di Bandung secara tidak langsung memengaruhi pasar distro dan clothing. Pasalnya, keberadaan mal secara langsung memfasilitasi brand dan merek asal luar negeri.

“Bandung semakin banyak alternatif, termasuk semakin banyak brand luar negeri yang masuk Artinya, persaingan juga semakin ketat,” ujarnya. (A-188)*”

Ringkasan Artikel Ini
Kendati demikian, mayoritas hasil produksi tersebut lebih menyasar ke pasar ritel di daerah dibandingkan dengan di Bandung. Salah satunya, ungkap Ade,yang juga pemilik distro Flashy, adalah dengan membuka pasar ritel baru di berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya, beberapa kota di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan beberapa daerah lain di Jabar. Pemilik distro Airplane Fiki Sa tari menambahkan, semakin banyaknya pusat perbelanjaan modern di Bandung secara tidak langsung memengaruhi pasar distro dan clothing.

by : http://bataviase.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s